Teknik Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar

Oleh Jon Hendri
Kamis, 05 Oktober 2017 09:07:52 Klik: 145 Cetak: 16 Kirim-kirim Print version download versi msword



TEKNIK PEMBELAJARAN EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR


Oleh : JON HENDRI, S.Pd
                   


Tujuan pembangunan Nasional dibidang pendidikan adalah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45, yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

Agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan Pancasila dan UUD 1945, sebaiknya penyelenggarakan pendidikan di Sekolah Dasar perlu pengelolan yang optimal agar pendidikan dapat ditingkatkan. Banyak cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD. Diantaranya dengan penambahan persedian buku-buku pelajaran bagi siswa. Siswa tidak hanya menggunakan satu sumber buku pelajaran. Salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan menyediakan buku-buku pelajaran di sekolah tanpa siswa harus membeli untuk mendapatkannya.

Di samping itu perlu diperhatikan sarana yang dapat digunakan siswa dalam pembelajaran di kelas. Sarana yang cukup dan layak untuk digunakan dapat memotivasi siswa untuk memperoleh pelajaran yang diberikan guru di kelas.

Penyedian alat-alat belajar atau media belajar sangat menunjang proses belajar di kelas. Alat atau media harus tersedia dalam kelas agar memudahkan siswa bila dibutuhkan saat pembelajaran. Media belajar itu dapat berupa peta atau atlas, gambar-gambar yang dikaitkan dengan pembelajaran dan lain-lainnya.

Namun alat-alat atau media belajar itu harus dapat diatur  dan di letakkan di tempat semestinya. Seperti gambar-gambar yang berhubungan dengan pelajaran dipajang di diding kelas, peta atau atlas disimpan di dalam lemari kelas. Lemari kelas dapat diletakan di tempat yang mudah untuk digunakannya. Tempat duduk siswa dibuat berbaris atau sederet ke belakang agar siswa mudah untuk bergerak dalam ruangan kelas.

Dalam hal ini guru harus menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan. Guru dapat memelihara kondisi kelas seperti memusatkan perhatian siswa kepada pelajaran, menghindarkan siswa berbuat keributan dan memotivasi siswa dalam belajar serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan intelektualnya.

Ini juga tidak terlepas dengan adanya pengaturan waktu yang dilaksanakan guru. Guru tidak boleh mengurangi atau menambah waktu belajar agar siswa tidak bosan berada dalam kelas.

Semua ini merupakan tindakan yang dapat dilakukan guru dikelas agar pembelajaran tidak mengalami gangguan dan mutu pendidikan dapat ditingkatkan. Cara atau tindakan yang dilakukan oleh guru itu disebut dengan pengelolaan kelas yang efektif.

Sesuai dengan pendapat Dirjen Dikdasmen ( dalam Maman Rahman, 1996 : 13 ), menyatakan :
“Pengelolaan kelas adalah usaha yang sadar untuk mengarahkan pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai”.

Jadi pengelolaan kelas yang efektif merupakan usaha atau upaya yang dilakukan untuk menciptakan, memelihara, mempertahankan suasana dan kondisi kelas agar tetap nyaman dan menyenangkan dengan memperhatikan persedian bahan belajar, sarana, alat atau media belajar dan pengaturan ruang kelas.

Dengan demikian, untuk memberikan dorongan dan rangsangan terhadap siswa untuk belajar, maka guru harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mengelola kelas yang efektif. Namun bila dilihat dilapangan, masih kurang terlaksananya pengelolaan kelas. Hal ini dapat terlihat dengan adanya tingkah laku siswa yang sering melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang seperti bekelahi dengan temannya, sering jalan-jalan dalam kelas, sering permisi keluar atau meminjam sesuatu kepada teman sekelasnya, menganggu teman dan ribut dalam kelas.Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan,guru perlu mencari cara agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam mengelola kelas  seefektif mungkin dengan pembelajaran yang menyenangkan.

Pengelolaan kelas merupakan masalah tingkah laku siswa dalam pembelajaran dan menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang aman, nyaman dan menyenangkan sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efisien dan memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik.
Dengan adanya pengelolaan kelas yang efektif, siswa dapat belajar dengan baik, karena merupakan syarat mutlak bagi pembelajaran yang efektif. Kelas harus dapat dikelola dengan baik oleh seorang guru.

Sesuai dengan pendapat M. Entang ( dalam Maman Rahman, 1983 : 9 ), Pengelolaan kelas adalah “Prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif”. Tugas utama dan paling sulit bagi seorang guru adalah bagaimana mengelola kelas yang efektif.

Pengelolaan kelas yang efektif akan membantu kelancaran terjadinya proses pembelajaran. Bila kelas dapat dikelola dengan efektif oleh guru, maka siswa dapat belajar dengan baik, sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.

Menurut Suharsini Arikunto ( dalam Syaiful Bahri Djamarah, 2002 : 198 ), menyatakan : “Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan”.

Jadi pengelolaan kelas yang efektif adalah usaha yang dilakukan oleh seorang guru, sebagai penanggung jawab proses kegiatan belajar mengajar, agar tercipata kondisi yang optimal sehingga kegiatan yang dilaksanakan dalam prases pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam suatu proses pembelajaran, guru tidak hanya harus mampu mengelola kelas dengan baik.Tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.Guru harus cermat memilih bahan ajar yang dapat menggali potensi anak didik. Merancang bangun suatu pembelajaran dimulai dari persiapan mengajar, pelaksanaan, dan sasaran atau hasil yang harus dicapai dari proses tersebut. Seorang guru harus piawai menciptakan iklim belajar yang menyenangkan.Guru harus juga memikirkan kondisi fisik serta karakter peserta didik. Dikelas satu Sekolah Dasar pada tahap awal belajar guru dituntut untuk mempersiapkan “mental” anak didiknya. Selain mempersiapkan bahan ajar dengan cermat,guru hendaknya juga memilih media yang menarik dan tidak membahayakan. Langkah-langkah dalam penyusunan rancangan pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal. Tujuan pengelolaan kelas efektif untuk menciptakan situasi dan kondisi kelas yang baik sehingga memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin, menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi proses pembelajaran di kelas, mengatur dan menyediakan fasilitas belajar yang mendukung siswa dapat belajar sesuai dengan yang diharapkan dan untuk membimbing siswa sesuai dengan latar belakang kehidupan.

Prosedur pengelolaan kelas yang efektif merupakan serangkaian langkah kegiatan untuk menciptakan kondisi optimal supaya pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Dalam hal ini guru dapat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pemeliharaan dan pengembangan kondisi yang optimal.

Kegiatan yang berhubungan dengan pemeliharaan kondisi belajar optimal yang dilaksanakan oleh seorang guru adalah sikap tanggapan, membagi perhatian, pemusatan perhatian kelompok. Sikap perhatian ini juga dapat dilakukan dengan cara memandang secara seksama, gerak mendekati, memberi pertanyaan dan memberi reaksi terhadap gangguan dan ketidakacuhan siswa. Yang termasuk sikap memberikan perhatian adalah pujian atau visual dan gerakan tubuh atau verbal. Tetapi memberi tanda, penghentian, petunjuk yang jelas, penguatan yang lancar dan kecepatan merupakan kegiatan pemusatan perhatian kelompok yang dilaksanakan oleh guru.

Kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal dapat dilakukan guru dengan tanggapan terhadap siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila terdapat siswa yang menimbulkan gangguan yang berulang, guru dapat meminta bantuan kepala sekolah atau orang tua siswa untuk mrngatasinya. Dalam hal ini, upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua, guru dan kepala sekolah dalam mengatasi  gangguan berulang :
a.    Menganalisa tingkah laku siswa yang mengalami masalah dan berusaha memperbaiki tingkah laku tersebut dengan pemberian penguatan secara sistematis.
b.    Mengusahakan terjadinya kerjasama yang baik dalam melaksanakan tugas kelompok.
c.    Memelihara, memulihkan semangat siswa dan menyelesaikan konflik yang timbul.
d.    Menggunakan seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku siswa yang keliru.

Jadi prosedur pengelolaan kelas yang efektif merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan seorang guru dalam memelihara dan mengembangkan kondisi belajar yang optimal, sehingga siswa dapat mengendalikan tingkah lakunya untuk kelancaran penbelajaran.

Pengelolaan kelas yang efektif bermanfaat sekali untuk pembinaan tingkah laku siswa yang tidak baik menjadi lebih baik karena tingkah laku sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Dengan adanya pengelolaan kelas yang efektif diharapkan :
1.    Siswa dapat  mengembangkan kemampuan dalam proses pembalajaran.
2.    Untuk memelihara kondisi kelas yang nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa dapat belajar dengan baik.
3.    Memelihara organisasi kelas sehingga dapat membantu guru dalam kelancaran proses pembelajaran.
4.    Membina tingkah laku siswa yang tepat dalam mengembangkan kemampuan dan bakatnya, memelihara kondisi kelas agar proses pembelajaran dapat berlansung dengan optimal.
5.    Memelihara organisasi kelas yang dapat membantu guru dalam kelancaran penbelajaran.

Pengelolaan kelas yang efektif adalah salah satu tugas guru yang tidak boleh diabaikan. Guru harus berusaha mengelola kelas dengan baik sehingga suasana belajar yang nyaman dapat terlaksana. Gangguan yang dapat terjadi di kelas akan teratasi bila seorang guru dapat melaksanakan pengelolaan kelas yang efektif.

Untuk menciptakan iklim belajar yang menunjang guru harus memperhatikan beberapa hal : 
a.    Pengelolaan kelas yang efektif harus memberikan fasilitas untuk mengembangkan kesatuan dan kerja sama.
b.    Anggota-anggota kelompok harus diberikan kesempatan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang memberikan efek kepada hubungan dan kondisi belajar / bekerja.
c.    Perlu diciptakan persahabatan dan kepercayaan yang kuat antar siswa.

Tugas utama guru dalam pengelolaan kelas yang efektif adalah menciptakan memperbaiki suasana dan kondisi kelas agar siswa termotivasi untuk mengikuti pelajaran di kelas. Sehingga siswa dapat mengembangkan intelektual, bakat, minat dan energinya dalam melaksanakan pembelajaran.

Lois V. Jhonsen ( dalam Mamam Rahman, 1970 : 12 ), menyatakan pengelolaan kelas yang efektif merupakan : “Usaha guru dalam memciptakan, memperbaiki dan memelihara sistem atau organisasi kelas sehingga individu dapat memamfaatkan kemampuan, bakat dan energinya pada tugas-tugas individu”.

Jadi pengelolaan kelas yang efektif adalah usaha yamg dilakukan guru dalam menciptakan, memperbaiki sistem organisasi kelas sehingga siswa dapat memamfaatkan kemampuan, bakat dan energinya dalam menerima pelajaran dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran.

Kegiatan interaktif edukatif dengan pendekatan kelompok menghendaki peninjauan pada aspek perbedaan individual siswa. Postur tubuh siswa yang tinggi sebaiknya ditempatkan di belakang. Siswa yang mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran sebaiknya ditempatkan di bagaian depan. Dengan begitu, mata siswa yang minus dapat melihat tulisan di papan tulis cukup baik. Penempatan siswa yang mengalami gangguan pendengaran di depan kelas akan memudahkan si anak menyimak apa yang disampaikan guru.

Sisi lain yang juga perlu diperhatikan oleh guru dalam pengelompokan siswa adalah jenis kelamin. Siswa yang cerdas sebaiknya digabungkan dengan siswa yang kurag cerdas. Siswa yang pandai bicara sebaiknya digabungkan dengan siswa yang pendiam. Sekelompok siswa yang gemar membuat keributan dan suka mengganggu temannya akan lebih baik bila penempatannya dipisah-pisahkan dan tidak terlepas dari pengawasan guru.

untuk melatih dan memciptakan ketertiban kelas,perlu dibentuk  organisasi siswa dikelas. Pembentukan organisasi kelas merupakan langkah awal melatih dan membina siswa dalam hal berorganisasi. Mereka dilatih untuk belajar bertangguang jawab atas tugas yang dipercayakan. Organisasi siswa dapat membantu guru dalam menyediakan sarana pengajaran seperti penyedian kapur, alat peraga, buku paket, mengisi presentasi siswa atau guru, dan sebagainya.

Organisasi kelas pada umumnya berbentuk sederhana yang personilnya terdiri dari ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, sekretaris dan beberapa buah seksi sesuai keperluan. Pemilihan para personil kelas dilakukan oleh anggota kelas (siswa) secara demokratis yang dibimbing oleh guru kelas (wali kelas). Dengan kegiatan seperti itu guru sudah melakukan tujuan pengolahan kelas yang efektif.

Contoh struktur organisasi :




Jadi adanya pengelompakan siswa bukan berarti siswa dibwdakan dalam proses pembelajaran. Akan tetapi dengan adanya pengelompokan siswa yang dilihat dari segi waktu, kecepatan dan sifatnya maka guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan memperhatiakan pengelompokan siswa tersebut. Sehingga guru dapat meningkatkan usahanya dalam memberi materi pelajaran kepada siswa.

Pengelompokan siswa bertujuan untuk mengembangkan dan menumbuhkan semangat siswa mengikuti pelajaran di kelas. Dengan adanya pengelompokan bukan berarti siswa tidak dapat mendapatkan fasilitas dan pembelajaran yang sama dikelas. Pengelompokan siswa dapat mengatasi hambatan dalam proses pembelajaran yang sama di kelas. Pengelompokan siswa dapat mengatasi hambatan dalam proses pembelajaran dan meningkatkan hubungan sosial serta kerjasama yang baik diantara siswa. Siswa dapat saling membantu dalam pembelajaran. Kenyataan menunjukan dalam mempelajarai sesuatu, ada siswa yang pandai, sedang dan lambat. Untuk mempermudah pelayanan guru siswa dikelompokan dalam kelompok yang cerdas, sedang /menengah dan lambat. Penelompokan seperti ini diubah sesuai dengan kesanggupan individual dalam mempelajari mata pelajaran. Seorang siswa mungkin cerdas dalam matematika, tetapi lambat dalam pelajaran ilmu-ilmu social, sedangkan siswa lain keadaannya tidak demikian. Pengelompokan demikian akan menuntuk program-program khusus (bantuan remedial) untuk membantu para siswa yang mengalami kesulitan dalam mata pelajaran tersebut.
Ada siswa yang senang menulis, sedangkan yanglain senang pada metematika, ilmu-ilmu pengetahuan social atau ilmu pengetahuan alam. Siswa yang berminat melakukan kegiatan kegiatan belajar yang sama dikelompokan. Pada situasi seperti ini, guru perlu terus menerus mengamati setiap siswa. Disamping itu, guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain.
Bila guru sendiri yang mengturnya, pada umumnya dasar pembentukan yang dipakai antara lain tempat duduk yang berdekatan, urutan prestasi siswa, taraf prestasi siswa dalam pelajaran yang bersangkutan, dan jenis kelamin. Dengan demikian akan terbentuk kelompok-kelompok yang heterogen. Anggota kelopok yang heterogen berbeda dalam banyak ha, sedangkan anggota kelompok yang homogen mempunyai kesamaan dalam satu hal pokok, misalnya taraf kemampuan belajar. Pembentukan kelompok yang heterogen atau homogen tergantung pada kesesuaian tujuan pembelajaran serta sifat isi materi pelajaran.

a.    Pembentukan kelompok diatur oleh guru atas usul siswa

Walaupun diusulkan siswa, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu guru dapat melakukan perubahan. Siswa dapat mengisi angket dengan membubuhkan nama tiga atau empat temannya yang dipilih secara rahasia. Hasilnya membentuk sosiogram yang memperlihatkan keadaan hubungan sosial antara siswa pada kelas yang bersangkutan. Sesuai dengan patokan siswa dalm angket (sosiogram), guru menyusun kelompok-kelompok belajar. Tanpa pengetahuan siswa, guru dapat melakukan perubahan dari pilihan siswa demi kepentingan terjadinya kerja sama atau demi kepentingan siswa tertentu, atau demi kepentingan lain sebagai dasar pertimbangan. Untuk melaksanakan cara yang ketiga ini hendaknya guru mengusai masalah yang berkenaan dengan pembuatan sosiometrik.

Jadi guru dapat merencanakan pembentukan kelompok yang akan dibentuk, topik, atau tugas apa yang akan diberikan, media pengajaran yang dapat dipakai, berapa lama kerja kelompok itu akan berlansung, cara mengontrol kerja kelompok, penyelenggaraan diskusi kelas (pleno) dan sebagainya demi mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

1.    Menciptakan Suasana Belajar Yang Menyenangkan

Guru sebagai fasilitator dalm proses pembelajaran hendaknya memahami berbagai macam karakter anak didik yang beragam. Guru mampu menciptakan iklim belajar yang menyenangkan. Memilih bahan ajar yang sesuai dengan pola yang tidak membosanka. Anak didik juga terlihat akti dalam proses.





DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Z.A. 1994. bahan Penataran P4 Bagi Siswa. Jakarta : Depdikbud

Djauzah, Ahamad. 1994. Seri Peningkatan Mutu 3 Pengolahan Kelas di SD. Jakarta : depdikbud


 

 
Berita Terkini Lainnya
. 4 Faktor Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar
. Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru Kelas I Tahun Pelajaran 2017-2018 SD Negeri Percobaan
. Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru SD Negeri Percobaan Tahun Pelajaran 2015-2016
. Hasil Seleksi Administrasi dan Pemetaan Potensi siswa SD Negeri Percobaan Tahun Pelajaran 2015/2016
. INFORMASI KELULULUSAN KLS 6
. CALON PESERTA DIDIK BARU YANG LULUS SELEKSI TAHAP I
. PENGUMUMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
. Gallery Foto SDN Percobaan Terbaru
. Kalender ujian untuk kelas VI
. SUMBANGAN O2SN
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Posting Terbaru
. Reuni Akbar
Respon Terbaru
. Re: Reuni Akbar
Nama*
Email
Pesan*
Code
   *wajib diisi

  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
> 01 02 03 04 05 06 07
> 08 09 10 11 12 13 14
> 15 16 17 18 19 20 21
> 22 23 24 25 26 27 28
> 29 30 31        



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Search events by...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini