4 Faktor Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar

Oleh Sry Eka Handayani, M
Jumat, 13 Oktober 2017 08:57:30 Klik: 54 Cetak: 11 Kirim-kirim Print version download versi msword

                    4 Faktor Menumbuhkan Budaya Baca di Sekolah Dasar

                                                           Oleh : Sry Eka Handayani,  M.Pd


         Kualitas pendidikan merupakansalah satu indikator kemajuan suatu negara. Pendidikan yang berkualitas menghasilkan masyarakat yang unggul dalam intelektual, moral dan keterampilan. Keunggulan-keunggulan tersebut menjadi modal besar untuk memenangkan persaingan antara negara di era globalisasi yang sangat kompetitif. Pendidikan berkualitas jugamenjadi cita-cita yang sangat diharapkan oleh seluruh bangsa Indonesia, hal tersebut tertuang dalam isi pembukaan undang-undang dasar 1945 alenia ke-4 yang berbunyi “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Mewujudkan cita-cita besar ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, semua komponen negarabaik pemerintah sebagai pembuat regulasi, pihak sekolah yang diwakilkan oleh kepala sekolah dan guru sebagai implementator dari regulasi tersebut, sertapelaku-pelaku pendidikan di negeri ini, baik secara langsung maupun tidak langsung yang bersentuhan dengan dunia pendidikan harus bersama-sama  mengambil peran aktif menuangkan ide-ide kreatif dan tindakan nyata demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas di Indonesia.


      Jenjang pendidikan sekolah dasar mempunyai peran yang sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Sekolah dasar merupakan pendidikan awal dimana peserta didik diperkenalkan dasar-dasar ilmu pengetahuan, karakter dan pelbagai macam bentuk keterampilan dasar yang akan menjadi bekal kejenjang pendidikan selanjutnya.


       Salah satu strategi meningkatkan mutu sekolah dasar melalui budaya baca. Membaca merupakan gerbang ilmu pengetahuan dan informasi, membaca juga menciptakan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dirinya dalam menambah ilmu pengetahuan secara mandiri. Membaca dan menulis atau yang dikenal dengan literasi menjadi hal yang wajib dibudayakan disekolah dasar.


       Mewujudkan budaya baca di sekolah dasar bukanlah hal yang mudah.Rendahnya budaya baca masyarakat Indonesia berada di posisi yang memprihatikan, hal tersebut terbukti berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal budaya membaca. Hasil studi UNESCO tahun 2016juga menyatakan bahwa minat baca Indonesia sebesar 0.001%  artinya dari 1000 orang hanya 1 orang yang membaca. Kondisi tersebut merupakan bencana intelektual dinegeri ini yang menjadi tanggung jawab kita bersama. 

       Menumbuhkan budaya baca di sekolah dasar bukan hanya diperuntukan bagi peserta didik saja, tapi semua komponen yang terlibat dalam intitusi pendidikan tersebut mempunyai peran yang sama dalam hal ini. Kepala sekolah, guru, maupun seluruh perangkat sekolah dasar  menjadikan aktivitas membaca sebuah kebiasaan positif  dilingkungan sekolah dasar, sehingga menambah ilmu pengetahuan yang akhirnya akan menghasilkan agents of changependidikan di Indonesia.


      Sebelum membahas lebih jauh faktor-faktor apa saja yang dapat menumbuhkan budaya baca di sekolah dasar, berikut dipaparkan beberapa garis besar faktor-faktor tersebut.


1.    Membaca belum menjadi kebutuhan
Peserta didik di sekolah dasar belum menjadikan membaca sebagai kunci untuk memecahkan suatu masalah dalam belajar, mereka masih menganggap aktivitas membaca tidak berpengaruh dalam proses belajar-mengajar disekolah. Paradigma tersebut juga masih banyak diyakini oleh sebagai guru di sekolah dasar. Para guru belum menjadikan membaca kebutuhan untuk meng-upgrade ilmu pengetahuannya.
2.    Pengaruh media elektronik.
Media elektronik diera globalisasi seperti sekarang ini mempunyai sisi positif dan negatif, jika orang tua dan guru tidak mengawasi dalam penggunaan perangkat media elektronik, maka sangat berpengaruh besar dalam menumbuhkan budaya baca peserta didik.
3.    Ketersediaan sarana dan prasarana
Mewujudkan budaya baca disekolah dasar harus diikuti oleh ketersedian sarana dan prasarana yang memadai. Ketersediaan perpustakaan dengan buku-buku bacaan yang lengkap dan menarik bagi peserta didik sekolah dasar menjadi unsur penting yang harus dipenuhi.
4.    Minimnya sosok keteladanan guru dalam budaya baca


Seorang guru harusnya menjadi teladan yang dicontoh bagi para peserta didik dalam hal menumbuhkan budaya baca sehingga terwujudnya budaya baca dikalangan peserta didik sekolah dasar.
Faktor-faktor diatas merupakan pekerjaan rumah yang harus segera mungkin diselesaikan oleh pelaku-pelaku pendidikan khususnya disekolah dasar demi terwujudnya budaya baca dikalangan peserta didik. Berikut ini kita akan mengurai satu per satufaktor-faktor.

Membaca belum menjadi kebutuhan
Membaca dikalangan peserta didik sekolah dasar harus menjadi sebuah budaya, seorang peserta didik harus timbul dari dalam dirinya bahwa membaca merupakan hal penting dalam proses belajar. Peran guru menjadi yang sangat penting untuk mewujudkan hal ini. Seorang guru diharapkanmenyisipkan kalimat-kalimat motivasi tentang arti pentingnya membaca ketika proses belajar-mengajardikelas dan memberikan tugas-tugas yang menimbulkan minat baca dikalangan peserta didik seperti menugaskan peserta didik menceritakan kembali isi sebuah buku yang mereka baca di depan kelas. Metode ini dapat terlaksana jika guru-guru di sekolah dasar sebelumnya memahami arti penting membaca, sehingga para guru telah menjadikan aktivitas membaca sebuah kebutuhan.

Pengaruh media elektronik
Perkembangan media elektronik di era globalisasi yang serba digital seperti sekarang ini sangat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Hal ini juga berdampak bagi budaya baca dikalangan peserta didik sekolah dasar, banyaknya tontonan dan permainan yang bisa diakses melalui perangkat komunikasi yang dimiliki oleh peserta didik mengakibatkan rendahnya budaya baca dikalangan peserta didik karena keseharian mereka disibukan dengan tontonan dan permainan-permaian yang tidak bermanfaat. Peran orang tua dan sekolah menjadi sangat penting untuk memberikan pengawasan bagi peserta didik dalam penggunaan media elektronik. Orang tua dirumah harus mengawasi peserta didik dengan memberikan control dalam penggunaan media elektronik dan seorang guru di sekolah bisa memanfaatkan  sisi positif dari perangkat komunikasi yang serba mutakhir tersebut dengan memberikan tugas-tugas sekolah yang sumber bacaannya bisa diakses melalui internet. Dengan cara ini diharapkan menumbuhkan budaya baca peserta didik melalui perangkat digital yang mereka miliki.

Ketersedian sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana menjadi hal yang sangat penting mewujudkan budaya baca disekolah dasar. Perpustakaan merupakan salah satu sarana dan prasarana yang harus dimiliki. Perpustakaan yang nyaman dan lengkap merupakan solusi untuk menumbuhkan budaya baca dikalangan peserta didik. Pihak sekolah harus merancang sebuah perpustakaan, pojok baca/sudut baca, tamaan bacaan dimana para peserta didik betah berlama-lama melakukan aktivitas membaca dan menyediakan sumber-sumber bacaan yang disesuaikan dengan kalangan anak-anak sekolah dasar. Buku-buku menarik, misalnya bergambar, berwarna dengan huruf –huruf yang tidak terlalu kecil dan tema-tema buku yang disesuaikan untuk umur peserta didik sekolah dasar merupakan hal yang harus diperhatikan pihak sekolah.

Minimnya sosok keteladanan guru dalam budaya baca
Peserta didik membutuhkan sosok keteladanan dari seorang guru. Guru yang mempunyai minat baca akan menjadi contoh yang diikuti oleh para peserta didik. Hal ini menuntut seorang guru harus juga memotivasi dirinya sendiri untuk membudayakan membaca, sehingga budaya baca di sekolah dasar bukan hanya diperuntukan bagi peserta didik saja, akan tetapi seorang guru, kepala sekolah maupun seluruh perangkat sekolah  harus membudayakan membaca sehingga diharapkan akan mucul sosok keteladanan dalam halbudaya baca yang akan diikuti oleh para peserta didik.


          Empat faktor yang mempengaruhi budaya baca dikalangan peserta didik sekolah dasar  diatas bukanlah sebagai pembatas, karena jika kita urai lebih dalammaka kita akan menemukan faktor-faktor lain yang harus dibenahi untuk menumbuhkan budaya baca di  sekolah dasar


        Akhirnya, menumbuhkan budaya baca di sekolah dasar bukan hanya sebuah dongeng yang tidak bisa diwujudkan, kerjasama dari pelbagai pihak baik itu pemerintah, guru, kepala sekolah, orang tua maupun peserta didik itu sendiri merupakan modal besar yang dimiliki untuk menumbuhkan budaya baca disekolah dasar. Budaya baca yang tercipta disekolah dasar diharapkan berkelanjutkan hingga ke jenjang pendidikan tinggi, sehingga negeri ini menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas karena disebabkan membaca bukan lagi sebuah keterpaksaaan tetapi membaca telah menjadi budaya bangsa ini.










 
Berita Terkini Lainnya
. Teknik Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar
. Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru Kelas I Tahun Pelajaran 2017-2018 SD Negeri Percobaan
. Pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru SD Negeri Percobaan Tahun Pelajaran 2015-2016
. Hasil Seleksi Administrasi dan Pemetaan Potensi siswa SD Negeri Percobaan Tahun Pelajaran 2015/2016
. INFORMASI KELULULUSAN KLS 6
. CALON PESERTA DIDIK BARU YANG LULUS SELEKSI TAHAP I
. PENGUMUMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
. Gallery Foto SDN Percobaan Terbaru
. Kalender ujian untuk kelas VI
. SUMBANGAN O2SN
Login
Username:

Password:

  Registrasi?
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 1

No Members are currently logged in.
Posting Terbaru
. Reuni Akbar
Respon Terbaru
. Re: Reuni Akbar
Nama*
Email
Pesan*
Code
   *wajib diisi

  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
> 01 02 03 04 05 06 07
> 08 09 10 11 12 13 14
> 15 16 17 18 19 20 21
> 22 23 24 25 26 27 28
> 29 30 31        



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Search events by...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini